Valentine Day Erat dengan Zina
Written by k4ryn4 on 12:26BUat apa tidak ada kerjaan cari-cari Kata-kata Valentine dan juga puisi valentine day kaerna hari kasih sayang bukan hanya 14 Februari, tapi seperti biasa kebanyakan orang Indonesia bodoh dan tolol serta bisanya cuma latah dan ikut-ikutan termasuk dalam menyikapi Valentine Day.
Setiap 14 Februari yang jatuh hari ini, momen Valentine Day atau hari kasih sayang selalu diperingati di seluruh penjuru dunia. Hari Valentine juga dianggap sangat jauh dari norma-norma Islam. Karena perayaan itu bertolak belakang dengan ajaran Islam yang justru tidak memberi batasan waktu seperti halnya dirayakan setiap 14 Februari.
"Kasih sayang dalam Islam lebih indah, lebih konkrit dan lebih universal dari sekadar kasih sayang versi Valentine Day," ujar Ketua Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus Nasional Wilayah Kaltim Rahman.
Dia menjelaskan perayaan Hari Valentine identik dengan perbuatan kemaksiatan. Karena mereka yang merayakannya sangat erat akan hura-hura, mubazir, berzina, pesta, dan lainnya. Ironisnya, kegiatan ritual yang bukan berasal dari Islam ini juga digandrungi juga remaja muslim di Indonesia. Mereka yang muslim-muslimah menjiplak dan menghalalkan kegiatan negatif yang merupakan budaya barat. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan, karena mereka belum memahami historis hingga terjadinya Hari Valentine. Ditambah juga melemahnya pemahaman mereka tentang ajaran Islam.
"Begitu banyak pelanggaran yang ada dalam perayaan ini. Untuk itu, sebagai muslim lebih baik menjauhinya. Islam sudah mengajarkan bahwa kasih sayang tidak hanya sebatas kepada manusia, Islam menyuruh untuk menebar kasih sayang kepada semua makhluk, termasuk hewan dan binatang tanpa harus ditentukan waktunya," terang Rahman yang juga Ketua Pusat Studi Islam Mahasiswa (Pusdima) Universitas Mulawarman (Unmul) ini.
Rahman juga mengaku sangat menyayangkan sikap para orangtua yang membebaskan anaknya keluar untuk merayakan Hari Valentine. Karenanya tidak heran jika anak-anak mereka pada malam perayaannya tidak pulang ke rumah. Untuk itu, ini sangat erat akan perhatian orang tua dalam hal memberikan pengawasan dan pendidikan agama terhadap anaknya.
Demikian juga, setiap tindakan apalagi yang terkait dengan suatu ritual tertentu mesti harus mendapat perhatian dari orang tua. "Setiap orangtua harus memahami betul ajaran agama yang terkait dengan budaya-budaya barat. Sehingga memudahkan pengawasan terhadap anak-anaknya untuk tidak berbuat kemaksiatan atau yang melegalkan segala pelanggaran norma-norma Islam," paparnya. (air)